Atas alasan itu lah, PHDI pusat mengimbau agar umat Hindu Indonesia tetap tenang, teduh, damai, dan menunjung tinggi toleransi merespons pernyataan kontroversial pendeta Hindu India. PHDI pusat juga berharap persatuan di Indoensia tetap terjaga.
“Umat Hindu Indonesia agar tetap tenang, teduh, damai, shanti, menjunjung tinggi toleransi dan berharmoni dengan semua umat beragama lainnya. Umat Hindu Indonesia berkomitmen untuk terus bekerjasama dan bergandengan tangan dalam kebaikan dengan seluruh umat beragama guna mewujudkan Indonesia Maju dan berkontribusi dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujarnya.
“Mengimbau seluruh anak bangsa untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” lanjut dia. PHDI tidak menyebut nama Yati Narsinghanand dalam keterangan pers tertulisnya.
Seperti dilansir media online, muslimmirror.com, Rabu (12/4/2023), Yati Narsinghanand yang dikenal sebagai pendeta kuil Hindu Dasna di Ghaziabad dan anggota sayap kanan Hindu yang terkemuka di India, sudah sejak lama dikenal karena komentar-komentar anti-Islam yang dilontarkannya.
Dalam pidatonya, Narsinghanand menyerukan umat Hindu untuk mengambil sikap terhadap umat Muslim dan melakukan upaya untuk merebut ‘Mekah, tempat yang diduga sebagai lokasi kuil Mahadev’ berada.
“Hindu Rashtra adalah sebuah impian, kita tidak hanya akan merebut tapi juga Mekah … Sungai Gangga Mahadev mengalir dalam bentuk Zam Zam di sana,” ucap Narsinghanand dalam pidatonya.










