Scroll untuk baca artikel
Nasional

Mendag: Beli Minyakita tidak Boleh Borong, Harus Pakai KTP

45
×

Mendag: Beli Minyakita tidak Boleh Borong, Harus Pakai KTP

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan persiapan untuk pengiriman minyak goreng Minyakita yang telah dikemas dalam kontainer ke Indonesia bagian timur, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Pemerintah mulai mengirimkan 1,3 juta liter minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per kilogram ke wilayah timur Indonesia guna menstabilkan harga khususnya di wilayah NTT, Maluku dan Papua. Mendag: Beli Minyakita tidak Boleh Borong, Harus Pakai KTP

“Selalu saya ceritakan dimana-mana. Di Jawa saya ceritakan, di Sumatra saya ceritakan karena di sini (Denpasar) harganya stabil,” katanya.

Menurut Zulkifli, jajaran Pemerintah Kota Denpasar setiap hari telah memonitor harga-harga bahan pokok. Kalau harga naik dibantu ongkosnya, dan kalau naik lagi terkadang diberikan subsidi harga sehingga harga tetap stabil.

Table of Contents

Berdasarkan pemantauannya di Pasar Kreneng, harga Minyakita per liter dijual Rp 14 ribu. Sedangkan minyak kemasan premium dijual bervariasi mulai dari Rp 16 ribu dan Rp 17 ribu per liter.

Selain berbincang dengan para pedagang, dalam kesempatan kunjungan itu, Zulkifli juga membeli sejumlah bahan pokok seperti Minyakita, beras Bulog, daging ayam, telur, jajanan dan sebagainya dari para pedagang. Bahan-bahan pokok yang dibeli tersebut kemudian langsung dibagikan kepada warga masyarakat yang sedang berbelanja di salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar itu.(Republika.co.id)

Menag Nasaruddin Umar
Nasional

Menag Nasaruddin Umar berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas keberpihakan nyata terhadap pesantren dan kesejahteraan santri.

Dirjen Pesantren
Nasional

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin pastikan penentuan calon Dirjen Pesantren sepenuhnya jadi kewenangan Presiden, prosesnya terus berjalan.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca