Pada akhirnya, Meugang adalah cermin bagaimana masyarakat Aceh merawat warisan leluhur sambil tetap selaras dengan nilai-nilai Islam. Tradisi ini mengajarkan kebersamaan, rasa syukur, solidaritas, dan penghormatan terhadap keluarga serta sesama. Meugang bukan hanya soal daging yang dihidangkan di meja makan, tetapi tentang identitas masyarakat Aceh yang tegas, hangat, religius, dan penuh nilai kemanusiaan. Ini adalah kearifan lokal yang tidak hanya bertahan, tetapi terus hidup dari generasi ke generasi.(Adv)












