Adanya aksi korporasi dan kondisi entitas anak tersebut, menurut dia, memberikan pengaruh terhadap pencatatan kerugian sebesar Rp 109 miliar pada 2022. Perusahaan melihat prospek industri farmasi dan layanan kesehatan pada 2023 masih mengalami pertumbuhan, mengingat kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menjadi perhatian seluruh pihak.
Pada awal 2023, Kimia Farma telah melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja, diantaranya aktivitas marketing yang masif dan penetrasi pasar. Selain itu, Kimia Farma juga telah melakukan non deal roadshow dengan para investor untuk mendapatkan bisnis baru yang akan dikembangkan di tahun ini.
Perusahaan berupaya melakukan pembenahan di sektor layanan kesehatan dan ritel farmasi untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya adanya aliansi strategis dengan mitra strategis yang memiliki jaringan global, yaitu Parkway Pantai Group, yang memiliki kompetensi di Klinik dan Laboratorium Klinik.
“KAEF optimis pada 2023 kinerja dapat tetap tumbuh dan memberikan kontribusi laba positif serta cash flow operation yang tetap terjaga positif hingga akhir 2023. KAEF terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” ucapnya.(Republika.co.id)












