Dia mengatakan bahwa Barat ingin memanfaatkan mereka sebagai “tiang kelima” yang ingin menghancurkan negara itu.
Usai berkomentar di media Barat, Dvorkovich menyatakan di situs web Skolkovo bahwa dirinya “sangat bangga dengan keberanian para prajurit kami (Rusia)” dan bahwa Rusia telah menjadi target dari “sanksi yang keras dan tak berperasaan”.
Namun sehari kemudian, Andrei Turchak, anggota parlemen dari partai Rusia Bersatu yang berkuasa, mendesak pemecatannya.
“Dia telah membuat pilihan,” kata Turchak. “Ini tak lain dan tak bukan adalah pengkhianatan besar terhadap bangsa, kelakuan tiang kelima, yang disebut-sebut presiden hari ini.”[Sumber : Merdeka]












