“Saya senang dengan kegiatan seperti ini. Dapat teman baru dari sekolah Islam,” kata Kezia Duma, siswi kelas 7 SMP Kristen Petra, Jombang.
Kezia berkelompok dengan Adinda Lathifaturrohmah, siswi MTs Al-Hikam. Ia dengan rekannya juga saling membantu menghasilkan motif batik berkompetisi dengan kelompok lain.
Wakil Bupati Jombang Sumrambah menambahkan kegiatan ini harus diapresiasi, sebagai upaya pendidikan progresif.
Menurutnya, setiap agama mengajarkan nilai toleransi yang perlu diimplementasikan, salah satunya, melalui kegiatan sekolah.
“Kami perlu merawat nilai toleransi yang telah diwariskan Gus Dur. Apapun identitas kita, kita adalah saudara. Kita harus bergotong royong,” papar Sumrambah.
Aktivis GUSDURian Jombang Aan Anshori menyatakan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan. Mempertemukan siswa antaragama adalah kunci menanamkan toleransi. Baginya toleransi tidak bisa hanya dikhotbahkan tanpa keteladanan.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, dan perwakilan organisasi lintas agama di Jombang.(Republilka.co.id)












