Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.
“Capaian ini hasil kerja keras bersama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Kami akan terus berinovasi agar Aceh tak hanya unggul secara nasional, tetapi juga dikenal di dunia sebagai ikon wisata muslim internasional,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai konsisten memperkuat sektor wisata ramah muslim.
“IMTI bukan hanya tentang peringkat, tetapi tentang bagaimana daerah mampu menciptakan pengalaman wisata yang ramah bagi wisatawan muslim dengan prinsip inklusif, autentik, dan berkelanjutan,” katanya.
Ajang IMTI digelar setiap tahun untuk menilai dan memberi penghargaan kepada daerah yang aktif mengembangkan pariwisata ramah muslim, termasuk dalam aspek kebijakan, fasilitas ibadah, kuliner halal, sertifikasi, dan strategi promosi.(Adv)












