Linimedia.id-Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Baitul Mal melakukan survei lapangan terhadap 165 proposal calon penerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi rumah tahun 2026. Survei ini bertujuan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan program pembangunan dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat fakir miskin merupakan langkah penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Pelaksanaan program harus terencana dan tepat sasaran agar bantuan dapat diberikan kepada mereka yang layak,” ujarnya.
Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, menekankan pentingnya survei ini dalam menilai kelayakan calon penerima bantuan. “Kondisi rumah dan kebutuhan masing-masing penerima harus diperiksa langsung untuk memastikan keakuratan data,” kata dia.
Dari total 165 proposal, 103 adalah untuk pembangunan rumah baru dan 62 untuk rehabilitasi rumah. Tahun ini, Baitul Mal memprogramkan pembangunan dan rehabilitasi masing-masing 30 rumah bagi masyarakat yang memenuhi syarat.
Survei dijadwalkan mulai Rabu, 28 Oktober 2026, dan akan dilakukan secara kolaboratif dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banda Aceh. Hasil survei akan membantu menentukan prioritas penerima bantuan yang paling membutuhkan.
Kepala Sekretariat Baitul Mal, Irwan, menjelaskan bahwa koordinasi antara Baitul Mal dan organisasi perangkat daerah penting untuk mendapatkan data yang akurat dan menyesuaikan data administrasi dengan kondisi fisik rumah calon penerima bantuan.
Melalui survei ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk melaksanakan program pembangunan dan rehabilitasi rumah secara transparan dan akuntabel, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat fakir miskin.
[Red]












