Kata Sri Mulyani, harga natural gas anjlok sangat dalam. Tren penurunan natural gas dipicu turunnya demand karena perlambatan ekonomi global dan keberhasilan Eropa mengamankan suplai gas alternatif selain Rusia.
Kemudian harga batu bara melemah, karena penurunan demand seiring menghangatnya cuaca di Eropa, serta harga gas yang rendah.
“Batu bara mengalami koreksi yang sangat dalam, sekarang ada di kisaran USD 200 per metric ton, kemarin sempat di bawah USD 200 metric ton, ini yang harus kita waspadai,” ujarnya.
Komoditas lainnya yang mengalami penurunan adalah minyak bumi. Harga minyak bumi Brent kini berada di angka USD 83,4 per barrel, tren penurunan harga dipicu perlambatan ekonomi global. Volatilitas harga dipengaruhi dampak kebijakan reopening Tiongkok serta sanksi price cap G7 terhadap Rusia.
Sementara untuk CPO terjadi perbaikan harga dari sebelumnya USD 720 per ton menjadi USD 948 per ton.(Merdeka.com)












