Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih mengedepankan komunikasi dan langkah persuasif sehingga pelaksanaan penertiban dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berlangsung tertib. Masyarakat memahami bahwa penataan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan kawasan ke depan,” katanya.
Penataan kawasan Rukoh sendiri menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih baik sekaligus mendukung fungsi kawasan pendidikan yang terus berkembang.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menilai penataan kawasan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Kota Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penataannya harus dilakukan secara menyeluruh agar lebih tertib, nyaman, dan mendukung mobilitas warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan kota harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kualitas lingkungan.
“Kita ingin ruang-ruang publik berfungsi sebagaimana mestinya. Drainase harus berjalan baik, pejalan kaki memiliki ruang yang aman, dan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan nyaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih tertata dan berkelanjutan,” kata Illiza.






