LM – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Azwardi, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 di Aceh dengan penuh semangat. Bertempat di halaman Kantor Gubernur, upacara yang dihadiri oleh unsur Forkopimda Aceh dan para pimpinan instansi vertikal ini, menjadi momen penting untuk merayakan pencapaian dan merenungkan perjalanan otonomi daerah.
Tema yang diusung pada peringatan kali ini adalah “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat”, sebuah tema yang mencerminkan semangat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dalam arahannya, Azwardi membacakan pesan dari Menteri Dalam Negeri yang menegaskan bahwa otonomi daerah memiliki dua tujuan utama: kesejahteraan dan demokrasi. Dari segi kesejahteraan, otonomi daerah memungkinkan pembagian urusan pemerintahan yang dapat dikelola bersama antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dengan tuntutan agar pemerintah daerah mampu mengartikulasikan kepentingan masyarakat ke dalam tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Sementara dari segi tujuan demokrasi, kebijakan desentralisasi menjadi instrumen penting untuk pendidikan politik di tingkat lokal, yang mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau civil society. Azwardi juga menyoroti bahwa sistem otonomi daerah membuka ruang penyusunan Perda mengenai APBD hingga perencanaan pembangunan daerah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, dengan harapan akan menumbuhkan komitmen, kepercayaan, toleransi, kerja sama, solidaritas, serta rasa memiliki yang tinggi dalam masyarakat terhadap kegiatan pembangunan di daerah.












