Bootcamp kali ini diikuti oleh 10 brand lokal terpilih yang akan menjalani proses kurasi dan penguatan kapasitas. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk, mulai dari kualitas tinggi, prinsip berkelanjutan, hingga tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Herly Marlina, yang mewakili Kadisbudpar Aceh, menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Aceh Kreatif, dengan industri fesyen, kuliner, dan kriya sebagai subsektor utama penyumbang ekspor nasional.
“Kami berharap produk fesyen Aceh tidak hanya berhenti di pasar nasional, tetapi mampu bersaing di tingkat global,” kata Herly.
Ia juga mengapresiasi penetapan Aceh sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional oleh Kemenparekraf/Bekraf.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari berbagai program pemerintah Aceh untuk mendorong ekosistem kreatif, termasuk pelatihan, ekspo, dan Aceh Business Fashion Festival yang telah digelar sejak 2022 dan dipresentasikan di Sarinah Mall Jakarta pada 2024.(Adv)












