LM – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto S.STP, MM, meresmikan Klinik Layanan E-Katalog Lokal dalam upaya memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Acara berlangsung di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Aceh Besar, Lambaro, dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya klinik tersebut. Jumat, 19 januari 2024.
Dalam sambutannya, Muhammad Iswanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan acara ini. Ia menyampaikan harapannya agar kehadiran Klinik E-Katalog Lokal dapat memberikan semangat baru bagi UMKM dan home industri lokal di Aceh Besar untuk terus mengembangkan usahanya.
Klinik E-Katalog ini, kata Iswanto, merupakan aplikasi belanja online yang akan dielola oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Iswanto menegaskan bahwa E-Katalog menjadi langkah strategis dalam mendukung UMKM di Aceh Besar, karena semua pengadaan barang dan jasa harus melibatkan E-Katalog.
Melalui platform E-Katalog, pelaku usaha lokal dapat mendaftarkan dan menayangkan produk-produknya. Produk yang tampil di E-Katalog ini akan menjadi pilihan bagi pemerintah pusat dan provinsi untuk berbelanja secara online. Iswanto menekankan pentingnya dukungan terhadap produk lokal, dengan mengimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pengadaan barang dan jasa melalui E-Katalog.
“Dengan adanya E-Katalog, kita mendukung produk lokal, sehingga belanja produk lokal bisa meningkat,” ujar Iswanto. Ia juga mengungkapkan bahwa melalui Klinik E-Katalog ini, sudah terdapat 22 jenis etalase/komoditas, 1480 produk, dan 61 transaksi dengan total nominal Rp. 3.238.457 miliar.
Pada kesempatan itu, Iswanto juga mengingatkan bahwa E-Katalog bukan hanya memudahkan belanja, tetapi juga mendorong transparansi dan efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Dengan E-Katalog, belanja pemerintah menjadi lebih cepat, transparan, dan potensi korupsi dapat diminimalkan,” tambahnya.
Sebelum pemotongan pita, Pj Bupati Aceh Besar dan beberapa pejabat terkait menjalani ritual peusijuk (tepung tawar) oleh Abu Cut dari Dayah Ulee Titi. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan instansi terkait, serta diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan partisipasi UMKM di Aceh Besar dalam mendukung gerakan nasional “Bangga Buatan Indonesia.”[red]












