LM – Dalam perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran dan Hadits (MTQ) ke-36 Tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Simeulue, kafilah Banda Aceh meraih prestasi luar biasa dengan menjadi juara umum. Gelar ini tidak hanya menjadi kebanggaan Pemerintah Kota, namun juga seluruh masyarakat kota yang dengan penuh antusias menyambut kabar gembira ini. Sabtu, 2 November 2023.
Prestasi cemerlang ini terwujud berkat kerja keras para kafilah, pelatih, pembimbing, dan official yang telah berjuang maksimal. Pendopo Wali Kota menjadi saksi kebahagiaan saat dewan hakim mengumumkan bahwa Banda Aceh berhasil mengumpulkan 66 poin dan memenangkan berbagai cabang yang dilombakan.
Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, bersama Asisten I Bachtiar dan Asisten III Faisal, turut hadir menyaksikan penutupan MTQ secara live. Suasana Pendopo dipenuhi dengan ucapan syukur dan takbir meriah saat Banda Aceh diumumkan sebagai juara umum. Prestasi ini bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan kemenangan bagi semangat dan dedikasi para peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung bergengsi ini.
Amiruddin menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan Banda Aceh bukan hanya milik Pemerintah Kota, tetapi juga masyarakat kota yang telah lama menantikan momen kejayaan seperti ini. “Alhamdulillah kita sangat bersyukur atas keberhasilan Kota Banda Aceh menjadi juara umum di MTQ ke-36 ini. Tentu bukan hanya Pemerintah Kota saja yang menantikan prestasi ini, tapi juga seluruh masyarakat kota,” ujar Amiruddin.
Kemenangan ini bukanlah hasil yang instan, melainkan hasil dari kerja keras dan persiapan matang para kafilah, pelatih, pembimbing, dan official. Amiruddin menegaskan bahwa ini adalah kebanggaan bagi seluruh warga Banda Aceh, dan prestasi ini akan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota dalam meningkatkan program-program pembinaan di masa mendatang.
Dalam rincian prestasi yang diraih, kafilah Banda Aceh berhasil meraih delapan juara I, tujuh juara II, dan lima juara III dari berbagai cabang yang dilombakan. Keberhasilan ini mencerminkan ketangguhan dan keunggulan dalam hafalan Al-Qur’an dan hadits, serta keterampilan dalam berbagai bidang lainnya.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras para kafilah, pelatih, pembimbing, dan official. Tanpa dukungan mereka, pencapaian gemilang ini tidak mungkin terwujud,” ungkap Amiruddin. Ia juga menyoroti dukungan besar dari masyarakat Banda Aceh yang telah memberikan semangat dan doa restu kepada para peserta MTQ.
Amiruddin tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam perhelatan MTQ ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota, pelatih, peserta, dan masyarakat dalam meraih prestasi sebesar ini. “Keberhasilan ini adalah kemenangan kita bersama, bukan hanya milik Pemerintah Kota atau para peserta, tapi milik seluruh masyarakat Banda Aceh,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Bachtiar dan Asisten III Faisal juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih oleh kafilah Banda Aceh. Mereka menyatakan bangga menjadi bagian dari komunitas yang memiliki semangat juang tinggi dan dedikasi tinggi dalam mengharumkan nama Banda Aceh di tingkat provinsi.
Pencapaian ini dianggap sebagai titik balik bagi Kota Banda Aceh setelah lebih dari 20 tahun menantikan gelar juara umum MTQ kembali ke pangkuan kota. Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Pendopo Wali Kota, di mana para pejabat dan warga kota bersama-sama merayakan keberhasilan ini dengan penuh kebanggaan.
Sebagai bentuk apresiasi, Amiruddin mengumumkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh akan memberikan bonus kepada para juara. Meskipun rincian bonus belum diungkapkan secara detail, hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota untuk memberikan penghargaan yang sepadan bagi para pahlawan yang telah mengharumkan nama Banda Aceh.
“Atas prestasi ini, Pemko tentu saja akan memberikan apresiasi kepada para kafilah, termasuk bonus yang layak didapatkan. Karena ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan kita semua,” ujar Amiruddin.
Ia menambahkan, “Para kafilah layak mendapatkan penghargaan karena prestasi ini sudah cukup lama kita nantikan, sudah cukup lama masyarakat menantikan gelar juara umum ini kembali ke Banda Aceh. Sudah lebih dari 20 tahun, baru malam ini piala bergilir kembali ke Banda Aceh.” **












