Sementara itu, Ketua Yayasan Agam Inong Aceh, Reyhan Gufriansyah, S.Psi., juga menilai materi bela negara sangat efektif dalam membentuk kepribadian, karakter, dan kedisiplinan para finalis.
“Pra-karantina dengan materi bela negara memberi dampak signifikan bagi pembentukan keperibadian, karakter, dan kedisiplinan finalis sebelum masuk ke tahap kompetisi sesungguhnya,” ungkapnya.
Reyhan berharap sesi ini dapat mempererat solidaritas dan meningkatkan kemampuan kerja sama antarfinalis. “Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat solidaritas dan meningkatkan kemampuan bekerja sama antar finalis,” imbuhnya.
Usai menjalani pra-karantina Bela Negara, para finalis akan melanjutkan ke karantina utama yang berfokus pada pembekalan pariwisata, budaya, public speaking, personal branding, seni tradisi Aceh, kepemudaan, serta berbagai sesi penilaian dari juri profesional.
Puncak kompetisi dijadwalkan berlangsung pada malam penobatan Agam Inong Aceh 2025 di Bale Meuseuraya Aceh, Sabtu, 29 November 2025.
Pra-karantina tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang kuat untuk melahirkan duta wisata muda Aceh yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan bagi generasi selanjutnya.(Adv)












