Illiza mengatakan Pasar Smep ini nantinya menjadi kawasan perdagangan terpadu yang menggabungkan fungsi ekonomi, wisata sejarah, serta ruang publik. Revitalisasi ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan yang selama ini dinilai kumuh dan kurang produktif.
Kata Illiza, Pasar Smep awalnya dibangun sebagai lokasi relokasi pedagang pasca tsunami yang sebelumnya berjualan di kawasan Pasar Aceh dan sejumlah titik lainnya. Namun seiring waktu, kondisi pasar mulai mengalami penurunan, banyak kios kosong, dan aktivitas perdagangan tidak lagi berkembang.
“Tempat ini sudah mulai kumuh, pedagang juga sudah tidak begitu laku dan banyak kios yang kosong. Karena itu kita ingin mengembalikan fungsi kawasan ini agar kembali hidup,” ujar Illiza.

Illiza menjelaskan, revitalisasi Pasar Smep tidak hanya difokuskan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga akan menghadirkan konsep kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya. Nantinya akan tersedia pertokoan, area UMKM, kafe, amphitheater, hingga ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat.
Illiza menambahkan, desain kawasan akan menampilkan keberagaman budaya yang menjadi bagian dari sejarah Banda Aceh. Ornamen dari berbagai etnis dan negara yang memiliki hubungan historis dengan Aceh, seperti Tionghoa, Turki, India, dan lainnya akan dihadirkan sebagai identitas kawasan.












