“Kita ingin menghadirkan kawasan yang mencerminkan keberagaman dan sejarah Banda Aceh, bukan hanya mengangkat satu etnis saja. Ini menjadi simbol kota yang inklusif dan penuh kolaborasi,” jelasnya.
Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.
“Ke depan, kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi malam melalui konsep car free night, pusat kuliner, pasar produk UMKM, serta berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” pungkas illiza. (Rid)












