Menurutnya, Pawai Tarhib Ramadan bukan hanya bentuk suka cita menyambut Ramadhan, tetapi juga wujud syiar Islam, sekaligus semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, fokopimda, ulama, gampong, pemuda, dan komunitas, dalam membangun kota yang religius dan bermartabat.

Kegiatan ini merupakan tradisi yang sarat makna. Ia bukan sekadar barisan, tetapi simbol kegembiraan hati umat Islam. “Simbol bahwa kita siap menyambut Ramadan dengan iman yang lebih kuat, dengan semangat yang lebih baik, dan dengan kebersamaan yang lebih erat,” ujarnya.
“Inilah wajah Banda Aceh, kota yang menjadikan syariat Islam sebagai nafas kehidupan,” ujarnya lagi.
Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi, memperbaiki diri, “Dan membangun Banda Aceh sebagai kota yang aman, nyaman, religius, dan penuh keberkahan,” ujarnya seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, aparat keamanan, relawan, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan. (*)












