Berikutnya adalah komitmen pada hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, HAM adalah sikap untuk saling menghormati sesama insan manusia.
“HAM adalah segi-segi kemanusiaan yang tidak boleh dilanggar. Kita menghormati martabat manusia. Jadi bahwa reformasi memasukkan HAM lewat amendemen ke dalam undang-undang dasar kita anggap sesuatu yang sangat bagus, perlu dibela,” ujar Romo Magnis.
Keempat, komitmen pada kemerdekaan beragama dan berkepercayaan. “Kita jangan mengizinkan sesuatu yang oleh para founding fathers sudah ditolak bahwa agama ditentukan oleh siapa yang kuat siapa yang menjadi mayoritas dan sebagainya, tidak. Beragama berarti menghormati orang apapun kepercayaannya. Jadi, kita memberi komitmen pada kebebasan beragama, kemerdekaan berkepercayaan,” tuturnya.
Terakhir, komitmen pada keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa pembangunan harus merata agar semua masyarakat dapat merasakan manfaatnya. “Jangan kita izinkan suatu pembangunan yang bagus-bagus cemerlang tetapi orang kecil tidak terlibat. Maka dari itu, fokus pembangunan justru harus ada pada orang yang kecil pada orang yang miskin, mereka harus merasakan itu, daerah-daerah yang ketinggalan bukan pusat-pusat, ibu kota macam-macam,” kata Romo Magnis.(Republika.com)










