Selain menyediakan tempat tinggal sementara, rumah singgah memberikan dukungan moral dan sosial bagi pasien serta keluarga yang mendampingi selama proses pengobatan.
Menjelang Ramadan, kebersamaan yang dirasakan para penghuni bukan lagi tentang hidangan Meugang di rumah, tetapi tentang doa, dukungan, dan harapan untuk kesembuhan.
Michael turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan tersebut, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan kepedulian sosial.
Rumah Singgah BFLF Indonesia beralamat di Jalan Kepiting No. 5, Banda Baru (Lampriet), Banda Aceh. Selain itu tersedia Rumah Singgah Bersama (KAGAMA & BFLF) di Jalan Arifin Ahmad II, Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syah Kuala, Banda Aceh, serta Rumah Singgah BFLF Sumut di samping IGD RSUP Adam Malik, Medan.
“Silahkan datang kerumah singgah. Bagi para pasien dan keluarga, kebersamaan bukan lagi soal hidangan di meja, tetapi tentang doa, dukungan, dan kesempatan untuk terus berjuang menuju sembuh,” ujar Michael.***












