LM – TANGERANG — Ketua dari tim Anies Baswedan, Sudirman Said menanggapi pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno yang menyebut adanya perjanjian tertulis antara Prabowo Subianto dengan Anies sebelum pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
Namun jelasnya, tak ada perjanjian soal Anies yang mengaku tak akan maju pada pemilihan presiden (Pilpres) jika Prabowo juga mencalonkan diri.
“Saya tidak mendengar ada perjanjian tersebut, yang ada adalah perjanjian soal berbagi beban biaya pilkada dengan Pak Sandi, itu saya tahu,” ujar Sudirman di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (30/1).
Ia mengaku tahu, adanya perjanjian antara Prabowo, Anies, dan Sandi yang berkaitan dengan pembagian beban untuk menghadapi pilgub. Perjanjian tersebut selesai ketika Anies dan Sandi terpilih memimpin Jakarta.
“Ada adalah perjanjian soal berbagi beban biaya pilkada dengan Pak Sandi, itu saya tahu. Dan dalam perjanjian itu antara lain sebenarnya juga ada perjanjian utang piutang antara Pak Anies,” ujar Sudirman.
Adapun hingga saat ini, tidak ada permasalahan yang terjadi antara Anies dan Prabowo jelang Pilpres 2024. Ia juga menilai Sandiaga keliru dalam menyampaikan pernyataannya.
“Jadi tidak ada masalah rasanya ya, mungkin Pak Sandi perlu cek lagi supaya lebih akurat,” ujar Sudirman.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memberikan penjelasan terkait perjanjian politik antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang diungkap di kanal Youtube milik mantan politisi, Akbar Faizal pada Sabtu (27/1) lalu. Dalam perjanjian itu, jika Prabowo menjadi calon presiden (capres), Anies tidak akan ikut kontestasi pilpres.












