LM – Dalam dinamika politik jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024, Sandiaga Uno, nama yang sempat mencuat sebagai bakal calon wakil presiden, mengalami perubahan tak terduga. PDIP, partai utama yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden, akhirnya memilih Mahfud MD sebagai pasangannya, menggugurkan harapan Sandiaga.
Awalnya, Sandiaga Uno mendapat dorongan kuat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk menjadi calon wakil presiden. Namun, pilihan PDIP yang mengejutkan memilih Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar Pranowo telah mengubah arah perjalanan politiknya.
Tetapi, Sandiaga Uno menerima keputusan tersebut dengan kepala tegak dan semangat yang tinggi. Dalam acara GMPI PPP, dia mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan kata-kata bijak: “GMPI – Ganjar Mahfud Pilihan Indonesia. Walaupun hati teriris.”
Ungkapan tersebut diterima dengan tawa hangat dari para peserta GMPI PPP. Sandiaga Uno menegaskan bahwa meskipun hatinya mungkin terluka, dia tetap siap menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. “Hati teriris tapi muka harus tersenyum. Insyaallah rezeki tidak akan kemana sesuai dengan ikhtiar,” kata Sandiaga.
Walaupun Sandiaga Uno tidak terpilih sebagai cawapres, dia tetap aktif dalam dunia politik. Saat ini, dia telah diberi peran sebagai Dewan Pakar di Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menunjukkan kesetiaannya dalam mendukung tim pemenangan nasional.
Dengan sikap tegar dan semangat tinggi, Sandiaga Uno bersiap untuk menjalani peran barunya dalam kampanye politik menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024. Ia berkomitmen kuat untuk terus mendukung pasangan Ganjar-Mahfud dan visi perubahan yang mereka usung untuk Indonesia.[red]












