Dalam kesempatan yang sama, Drs Azhari dari Kementerian Agama Aceh juga menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Dengan keberhasilan 15 juara dari 24 peserta, Kafilah Aceh berhasil menempati peringkat kelima secara nasional. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Aceh.
“Dengan 24 orang peserta kita berhasil meraih 15 juara dan menjadi peringkat ke lima urutan nasional,” ungkap Drs Azhari.
Melihat pencapaian ini, Dr Muntasyir dari Kemenag Aceh berharap dukungan maksimal dari Pemerintah Aceh untuk meningkatkan partisipasi dalam ajang MQK di masa mendatang. Diharapkan, pada even MQK tingkat nasional selanjutnya, jumlah peserta dari Aceh bisa bertambah hingga 50 orang, dan dapat mengikuti semua cabang perlombaan.
“Informasi yang saya dapatkan, Insya Allah even MQK tingkat nasional ini akan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, maka dari sekarang mari kita persiapkan diri,” ajaknya.
Pimpinan Dayah Markaz Al-Islah Al-Aziziyah, Tu Bulqaini Tanjungan, juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh kafilah tersebut. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan, dan bagi para santri yang belum berhasil meraih juara, Tu Bulqaini memberikan semangat bahwa keberhasilan akan datang pada waktunya.
“Bagi para santri yang belum berhasil meraih juara, ini hanyalah soal waktu, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, masih ada hari esok,” ujar Tu Bulqaini yang merupakan alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan dayah sebagai lembaga pendidikan yang sudah diperhitungkan oleh Pemerintah. Tu Bulqaini mengajak para santri untuk terus memberikan yang terbaik dalam belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman berharga di ajang nasional ini.












