Selain itu, menanggapi polemik yang sempat mencuat terkait isu pesantren, Kamaruddin menganggap hal itu sebagai pembelajaran bersama. Ia menilai, setiap pihak perlu menjaga etika dan keadaban publik dalam berpendapat di ruang terbuka.
“Itu cukup menjadi pembelajaran kita semua. Bahwa di ruang publik kita harus berhati-hati, ada keadaban publik yang sama-sama harus dijunjung. Saya kira semua pihak harus melakukan konsesi,” katanya.
Meski demikian, ia melihat sisi positif dari dinamika tersebut. “Bagi kami di dunia pesantren, ini hikmahnya. Blessing in disguise — semua pihak kini mendukung pondok pesantren. Masyarakat menaruh perhatian besar, dan itu produktif,” pungkasnya.***












