Selain itu lanjut Kholik, secara geografis wiayah tersebut baik secara ekonomi dan sosiologis memiliki kultur yang hampir sama. Secara historis dahulunya adalah bagian wilayah dari Mataraman. Dalam masa perjuangan wilayah antara Jogja hingga Purwokerto adalah medan gerilya Pangeran Diponegoro.
”Adanya kereta api komuter dari Jogja ke Purwokerta dan sebaliknya, menjadi sangat statregis. Sebab, bila sekarang sudah ada kereta api komuter yang mengelingi Jawa Tengah tidak terlalu efektif untuk pengembangan wilayah selatan Jawa Tengah tersebut. Ini karena jalur kereta komuter Joglo Semarkerto (Joglo, Solo, Semarang Purwokerto) jaraknya terlalu panjang sehingga frekuensinya kurang,” katanya.
Maka, tegas Kholik, saat ini akan lebih baik mengembangkan kereta komuter yang lebih pendek seperti Prambanan Eskpres. Jalur kereta ini hendaknya diperpanjang sampai Purwokerto. selain itu ke depan juga perlu dikembangkan kereta dari Purwokerto ke Pengandaran, sehingga seluruh kawasan Jawa Tengah Selatan dan Jawa Barat terkoneksi. “Jalur kereta api ini pun sebenarnya sudah eksis semenjak zaman kolonial. Bahkan dahulu pernah ada jalur kereta api dari Purwokerto ke Wonosobo melewati Purbalingga dan Banjarnegara,” tandasnya.(Republika.co.id)












