Scroll untuk baca artikel
Advertorial

Suara Ombak dalam Syair: Likok Pulo sebagai Identitas Spiritual Pesisir Aceh

0
×

Suara Ombak dalam Syair: Likok Pulo sebagai Identitas Spiritual Pesisir Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tarian Likok Pulo.

Namun selama suara ombak tetap terdengar di Pulau Breuh, Pulau Nasi, dan seluruh gugusan Pulau Aceh; selama doa masih dilantunkan sebelum nelayan berangkat ke laut; selama masyarakat masih memandang laut sebagai sahabat sekaligus guru kehidupan—Likok Pulo akan tetap hidup. Ia mungkin tampil di panggung modern, direkam dalam bentuk digital, atau dikolaborasikan dengan seni kontemporer. Namun akarnya tetap tertanam pada keheningan lautan yang menyaksikan kelahirannya.

Di situlah kekuatannya: Likok Pulo bukan hanya seni yang dilihat, tetapi seni yang dirasakan, dihayati, dan diwariskan sebagai napas spiritual masyarakat pesisir Aceh.(Adv)

Table of Contents

 

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca