Meski begitu, optimisme tetap tumbuh. Festival budaya, pelatihan seni, dan ruang kreatif generasi muda telah membuka peluang baru bagi lahirnya syeh-syeh muda yang berkualitas. Menjadi syeh bukan sekadar tampil gagah di atas panggung, tetapi memikul tanggung jawab menjaga nilai dan identitas budaya Aceh. Dalam lantangnya suara dan tegasnya komando, syeh menghadirkan makna kepemimpinan yang bermartabat.
Tari Seudati memang gagah dan penuh tenaga, tetapi di balik semua itu ada syeh yang memastikan setiap hentakan membawa pesan. Ia adalah pemimpin yang menari bukan untuk dirinya, tetapi untuk budaya yang harus terus hidup dari generasi ke generasi.(Adv)












