Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

Ternak Lokal Aceh Raih Standar Nasional Indonesia

17
×

Ternak Lokal Aceh Raih Standar Nasional Indonesia

Sebarkan artikel ini

Bibit Kerbau Simeulue dan Kerbau Gayo Mendapat Pengakuan

Ilustrasi ternak kerbau. Foto : Pixabay/CUONG_ART
Ilustrasi ternak kerbau. Foto : Pixabay/CUONG_ART

LM – Badan Standarisasi Nasional (BSN) kembali menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk dua jenis ternak lokal asli Aceh. Kedua bintang ternak ini adalah Bibit Kerbau Simeulue dan Bibit Kerbau Gayo, yang kini memiliki identitas resmi dengan nomor SNI 8292-5:2023 dan SNI 8292-6:2023, berturut-turut. Kedua standar ini juga mendapat versi dalam bahasa Inggris, Buffalo Standard – Part 5: Simeulue dan Buffalo Standard – Part 6: Gayo.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Terima Audiensi BPJS Kesehatan Kota Banda Aceh

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, dengan penuh kegembiraan mengumumkan prestasi ini. Pengumuman tersebut disampaikan dalam momen pemberian Anugerah Keterbukaan Informasi oleh Komisi Informasi Aceh, di Amel Convention Hall, pada Rabu (6/12/2023).

Table of Contents

Zalsufran menjelaskan bahwa penetapan SNI untuk kedua plasma nutfah asli Aceh ini menandai pencapaian luar biasa, mengingat sebelumnya pada tahun 2022, BSN telah menetapkan SNI untuk Bibit Sapi Aceh. Dengan demikian, hingga saat ini, sudah terdapat standar untuk tiga rumpun ternak lokal Aceh.

Baca Juga :  Polda Aceh Apresiasi Peran Pers dalam Menjaga Kesejukan Pemberitaan Saat Unjuk Rasa

Proses untuk mendapatkan pengakuan SNI tidaklah mudah. Zalsufran mengungkapkan bahwa perjuangan Pemerintah Aceh telah dimulai sejak tahun 2014 dan 2017, ketika melalui Disnak telah diajukan penetapan rumpun ternak kerbau Simeulue dan kerbau Gayo. Keputusan Menteri Pertanian pada waktu itu telah mengakui keduanya sebagai salah satu rumpun ternak Asli Lokal Indonesia.

Perjalanan panjang tersebut melibatkan serangkaian penilaian, pengukuran, rapat teknis, hingga sidang konsensus. Dinas Peternakan Aceh bersama Tim Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal Universitas Syiah Kuala aktif terlibat dalam memastikan standar yang diusung sesuai dengan karakteristik genetik unik dari varietas ini.

Baca Juga :  Aksi Donor Darah Warnai HUT TNI ke-79 di Kodim 0103/Aceh Utara

Zalsufran menekankan bahwa SNI untuk kerbau Simeulue dan kerbau Gayo memiliki dampak positif besar. Standar ini akan membantu mengatur pemilihan dan pemeliharaan bibit ternak, meningkatkan kualitas genetik dan kesehatan ternak, serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas peternakan.

Pemerintah Aceh berharap, dengan pengakuan SNI ini, keberadaan plasma nutfah kerbau Gayo dan kerbau Simeulue dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca