Tapi, para ekonom dan pejabat memperkirakan gempa akan memangkas pertumbuhan ekonomi hingga dua persen tahun ini. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan sebesar lima persen pada 2022 dan memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,5 persen pada 2023 sebelum gempa.
Keadaan darurat tiga bulan telah diumumkan di 10 provinsi yang terkena dampak dan bank sentral telah menunda pembayaran beberapa pinjaman. Departemen Keuangan menyatakan force majeure hingga akhir Juli dan menunda pembayaran pajak untuk wilayah tersebut.(Republika.co.id)












