LM – Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) di Aceh dengan program Rumah Singgah gratis berhasil memberikan tempat berlindung bagi 183 pasien kurang mampu penderita sakit kronis. Data yang dirilis oleh Yayasan tersebut mencakup periode satu tahun, dari Januari hingga Desember 2023.
Ketua BFLF Indonesia, Michael Octaviano, menjelaskan bahwa pasien yang mendapat bantuan rata-rata mengidap penyakit kronis seperti kanker, tumor, jantung, batu ginjal, serta penyakit langka seperti hidrosefalus, lupus, dan thalasemia. Program Rumah Singgah BFLF tidak hanya membatasi usia pasien, melainkan menyentuh semua kalangan mulai dari bayi hingga orang tua. Mereka berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Aceh, menciptakan jejak kemanusiaan yang menyeluruh.
“Kami tidak hanya memberikan tempat tinggal bagi pasien, tetapi juga berusaha menjaga kesehatan mental mereka. Misi kemanusiaan kita adalah memuliakan dan membahagiakan,” ungkap Michael Octaviano di Banda Aceh. Rabu, 3 Januari 2024.
Rumah Singgah BFLF, yang beralamat di Jalan Kepiting Nomor 5, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, menyediakan fasilitas yang lengkap, mulai dari tempat tidur, kamar mandi luas, dapur, area makan, mushola mini, hingga tempat bersantai. Lokasinya yang strategis, dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, semakin memudahkan akses bagi para pasien.
Michael Octaviano juga menekankan bahwa Rumah Singgah BFLF tidak hanya sekadar tempat bermalam, tetapi juga memberikan dukungan penuh, termasuk kebutuhan makan dan layanan antar-jemput saat pasien berobat ke rumah sakit.
Selama satu tahun beroperasi, BFLF tidak berjalan sendirian. Dengan dukungan para donatur dari berbagai kalangan, Rumah Singgah ini telah membantu 1.276 masyarakat sejak berdirinya pada tahun 2014 hingga 2023.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari BFLF, mereka dapat menghubungi nomor BFLF call center di 082370809008. Selain itu, BFLF juga membuka peluang bagi sahabat yang baik hati untuk saling membantu sesama melalui rekening Bank BSI (Rek. 812-608-5290) dan Bank Aceh (Rek. 614-0224-7809008).
Yusmawati, salah satu pasien penerima fasilitas Rumah Singgah BFLF, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Pulang pergi dari kampung ke Banda Aceh memerlukan biaya yang mahal. Rumah singgah inilah yang selama ini menjadi tempat bagi saya,” ujarnya. Yusma berharap agar BFLF dapat memiliki rumah singgah permanen di Banda Aceh pada tahun mendatang untuk memberikan kenyamanan lebih kepada pasien dan relawan.
Perlu dicatat bahwa BFLF tidak hanya berdiri di pusat kota Banda Aceh, tetapi juga telah membuka cabang di berbagai wilayah, seperti Rumah Singgah BFLF Aceh Barat Daya, Rumah Singgah BFLF depan RS Yuliddin Away Aceh Selatan, Rumah Singgah BFLF Cut Nyak Dhien Rawamangun Jakarta Timur, Rumah Singgah BFLF Arrayan di Banyumas belakang RS. Prof. Margono Jawa Tengah, dan Rumah Singgah BFLF Syariah Sumatera Utara. Melalui upaya ini, BFLF telah membantu kurang lebih seribuan pasien kurang mampu yang tersebar di Indonesia.[red]












