PLN berharap para siswa mampu memahami bahaya listrik dan menghindari kegiatan atau kondisi yang mampu menimbulkan bahaya listrik. Disamping itu juga disampaikan tentang PLN Mobile beserta fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna aplikasi.
LM – Petualangan mendebarkan merambah SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, saat PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Janarata mengajak 42 siswa kelas 12 untuk memahami risiko listrik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan penuh antusias yang berlangsung pada Kamis, 7 Desember 2023, PLN membawa atmosfer listrik harian ke dalam kelas, memastikan para siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga merasakan betapa pentingnya kesadaran akan bahaya listrik.
Manajer PLN ULP Janarata, Ade Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pengajaran, tetapi sebuah petualangan seru. “Kita membawa petualangan listrik ke kampus mereka, sehingga siswa dapat merasakan dan memahami risiko serta cara menghindarinya dengan cara yang menyenangkan,” ujar Ade Setiawan dengan semangat.
Mengenal PLN Mobile: Sebuah Petualangan Digital
Tidak hanya itu, siswa-siswa SMA Negeri 1 Bandar juga diajak menjelajahi dunia digital melalui PLN Mobile. Dalam petualangan digital ini, mereka diperkenalkan dengan fitur-fitur aplikasi yang memudahkan pemantauan dan manajemen penggunaan listrik. Sebuah langkah inovatif untuk mengajarkan cara memanfaatkan teknologi guna menjaga keamanan dalam penggunaan listrik sehari-hari.
Namun, kegiatan ini tidak hanya bertumpu pada teori semata. Dimas Bagus Sasongko, PJK3L ULP Janarata, membawa pengalaman nyata ke dalam kelas dengan memamerkan alat peraga “Bahaya Listrik.” Dalam simulasi ini, siswa-siswi mendapatkan gambaran jelas mengenai konsekuensi gangguan pada jaringan tegangan menengah milik PLN. Sebuah pengalaman mendalam yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan keamanan listrik.
Diskusi Seru: Siswa Jadi Protagonis Pemahaman Kelistrikan
Kegiatan tidak hanya mencakup penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk menjadi protagonis dalam diskusi mengenai kelistrikan. Mereka diajak untuk berpartisipasi aktif, bertanya, dan memberikan pandangan pribadi mereka terhadap upaya PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Suatu langkah cerdas untuk memastikan bahwa pemahaman mereka bukan hanya sebatas pengetahuan, tetapi benar-benar terinternalisasi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Bandar Darussalam, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. “Ini bukan sekadar pembelajaran, tetapi suatu petualangan edukatif yang memberikan pemahaman mendalam tentang listrik dan risikonya,” ujar beliau.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi model bagi sekolah lain, menciptakan lebih banyak siswa yang peduli terhadap penggunaan listrik dan keselamatan dalam keseharian mereka.
Melalui pengalaman simulasi, interaksi aktif, dan pemahaman mendalam, PLN ULP Janarata berusaha menciptakan generasi yang cerdas, sadar akan bahaya listrik, dan mampu memanfaatkan listrik secara aman dan efisien.[red]












