LM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, ST, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Marssal XI yang digelar oleh MTsN I Banda Aceh. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi solusi konkret dalam mencegah remaja terjerumus dalam kegiatan negatif seperti kecanduan game online dan judi daring.
Dalam acara penutupan Marssal XI yang berlangsung di MTsN I Banda Aceh pada Kamis (06/02/2025), Irwansyah menegaskan bahwa ajang-ajang minat dan bakat harus lebih sering diadakan di Banda Aceh. Menurutnya, banyaknya kegiatan positif dapat mengalihkan perhatian remaja dari pengaruh buruk yang saat ini semakin marak di kalangan pelajar.
“Ini adalah upaya nyata untuk membangun karakter generasi muda kita. Anak-anak perlu disibukkan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti olahraga, seni, dan akademik. Jika mereka memiliki kesibukan yang positif, mereka tidak akan punya waktu untuk hal-hal yang merusak diri mereka sendiri,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Marssal XI yang digelar oleh MTsN I Banda Aceh ini memang menjadi salah satu ajang yang dinanti-nantikan. Berbagai perlombaan di bidang akademik, seni, dan olahraga diadakan untuk memberikan ruang bagi para siswa dalam mengembangkan bakat mereka. Ajang ini tidak hanya diikuti oleh siswa dari MTsN I, tetapi juga melibatkan sekolah-sekolah lainnya di Banda Aceh, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat di antara pelajar.
Irwansyah menekankan bahwa salah satu kunci utama dalam membangun generasi unggul adalah dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Dalam pandangannya, semakin banyak event seperti Marssal, maka semakin banyak pula pelajar yang bisa menemukan jalannya menuju prestasi.
“Ketika mereka sibuk mempersiapkan diri untuk kompetisi, baik itu dalam bidang olahraga, seni, maupun akademik, mereka akan lebih fokus ke hal-hal positif. Mereka tidak akan punya waktu untuk bermain game tanpa batas atau bahkan terjerumus ke dalam lingkaran judi online yang semakin mengkhawatirkan,” tambahnya.
Kekhawatiran akan maraknya kecanduan game online dan judi daring memang bukan isapan jempol belaka. Banyak laporan yang menyebutkan bahwa pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, mulai terpengaruh dengan tren negatif ini. Kebiasaan bermain game yang tidak terkontrol sering kali menjadi pintu masuk bagi mereka untuk mengenal dunia perjudian online, yang dalam jangka panjang bisa merusak masa depan mereka.
Oleh karena itu, Irwansyah berharap agar sekolah-sekolah lain di Banda Aceh dapat meniru langkah MTsN I dalam menyelenggarakan kegiatan serupa. Baginya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sangat diperlukan agar semakin banyak wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitas dan bakatnya.
Dalam acara penutupan Marssal XI tersebut, Irwansyah juga berkesempatan menyerahkan piala tetap Ketua DPRK kepada panitia. Piala ini nantinya akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil meraih kemenangan dalam berbagai perlombaan. Simbol penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus berprestasi di masa mendatang.
Tidak hanya memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, Irwansyah juga menyampaikan pesan khusus kepada para pelajar yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengajak mereka untuk selalu berusaha menjadi generasi muda yang berprestasi, karena menurutnya, seseorang yang memiliki prestasi tidak akan pernah terlantar.
“Yakinlah bahwa orang yang berprestasi akan selalu menjadi daya tarik. Mereka akan lebih mudah mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, lebih cepat diterima di dunia kerja, dan tentu saja, lebih dihargai di masyarakat. Maka dari itu, mari kita berlomba-lomba menjadi anak muda yang berprestasi,” tuturnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Antusiasme siswa dalam mengikuti Marssal XI terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Mereka menunjukkan semangat tinggi dalam berbagai cabang lomba yang diselenggarakan. Salah satu peserta lomba pidato, Rina, mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut dalam ajang ini.
“Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi lebih kepada pengalaman dan pembelajaran. Kami bisa bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain, berbagi ilmu, dan pastinya mendapat motivasi lebih untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dukungan dari DPRK Banda Aceh terhadap kegiatan ini tentu menjadi dorongan besar bagi dunia pendidikan di Banda Aceh. Dengan adanya perhatian dari para pemangku kebijakan, diharapkan akan semakin banyak event serupa yang digelar, sehingga semakin banyak pula pelajar yang terinspirasi untuk mengejar prestasi dan menjauhi hal-hal negatif.
Selain itu, Irwansyah juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak-anak mereka agar lebih aktif dalam kegiatan yang bermanfaat. Orang tua, menurutnya, harus lebih peka terhadap aktivitas anak-anak mereka di dunia digital.
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan perkembangan zaman. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa anak-anak kita mengisi waktunya dengan kegiatan yang positif. Salah satunya dengan mendukung mereka untuk ikut serta dalam event-event seperti ini,” jelasnya.
Marssal XI MTsN I Banda Aceh menjadi contoh nyata bahwa kegiatan ekstrakurikuler dan ajang kompetisi dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan anak-anak Banda Aceh yang lebih cerah.[***]












