Scroll untuk baca artikel
Nasional

Warga DIY Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

×

Warga DIY Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Awan hitam menyelimuti langit di perairan laut Jawa, Selasa (14/3). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur diperkirakan berlangsung hingga Mei 2017 dengan potensi hujan dengan intensitas lebat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww/17.

LM, YOGYAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat DIY untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Pasalnya, saat ini secara umum wilayah DIY masuk dalam periode masa peralihan atau pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, DIY, Etik Setyaningrum mengatakan, di masa peralihan saat ini potensi terjadinya cuaca ekstrem sering terjadi.

Table of Contents

Cuaca ekstrem itu berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, yang mana berpeluang terjadi pada siang, sore hingga menjelang malam hari.

“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, diidentifikasi terdapat pusat tekanan rendah di perairan sebelah barat Sumatera mengakibat adanya belokan angin atau perlambatan angin di atas wilayah DIY yang memicu pertumbuhan awan-awan hujan, terutama awan cumulonimbus di wilayah DIY,” kata Etik kepada Republika.co.id, Selasa (4/10/2022).

Etik menjelaskan, di Oktober 2022 ini diperkirakan curah hujan di DIY berkisar antara 150-500 mm. Artinya, kategori curah hujan yakni pada Oktober ini dari menengah hingga tinggi.

“Dan diperkirakan curah hujan untuk tiga bulan kedepan berkisar 200->500 mm, yakni kriteria menengah hingga sangat tinggi,” ujar Etik.

Untuk itu, Etik pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai masa peralihan yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem ini. Ia meminta masyarakat agar mewaspadai potensi genangan air, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca