Scroll untuk baca artikel
Internasional

Yunani Ubah Masjid Bersejarah Ottoman Jadi Sekolah Musik, Politisi Turki Murka

×

Yunani Ubah Masjid Bersejarah Ottoman Jadi Sekolah Musik, Politisi Turki Murka

Sebarkan artikel ini
Uttiek M Panji Astuti Masjid-masjid bekas peninggalan Utsmani atau Ottoman di Yunani yang dialihfungsikan menjadi museum, ruang pamer, barak militer, hingga toko roti.

LM – ANKARA — Kebijakan otoritas Yunani yang mengubah fungsi masjid dan sejumlah bangunan bersejarah peninggalan era Ottoman di negara itu telah memantik reaksi keras dari politisi Turki.

Seperti dilansir Daily Sabah pada Kamis (27/10/2022) juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, Omar Elik, mengecam konversi bangunan-bangunan bersejarah era Ottoman yang berada di Yunani menjadi sekolah musik.

Table of Contents

Melalui akun media sosialnya, Elik mengutuk otoritas Yunanti yang tidak menghormati pusat-pusat keagamaan, masjid, kuburan dan para martir.

“Tidak dapat diterima bahwa Kompleks Murat Reis warisan Ottoman di Pulau Rhodes diubah menjadi fakultas musik. Kebijakan sistematis otoritas Yunani untuk menghapus identitas struktur Turki Ottoman tidak menghormati warisan budaya bersama umat manusia. Mereka seharusnya malu dengan praktik yang bertujuan untuk menghina kita,” kata elik.

Dia mengatakan bahwa pemerintah Turki telah menerima banyak gereja Yunani-Ortodoks di wilayahnya sebagai warisan bersama umat manusia dan memulihkan serta membukanya kembali untuk beribadah.

Tetapi hal tersebut tak dilakukan Yunani pada bangunan-bangunan bersejarah era Ottoman.

“Namun demikian, kami melihat Yunani melakukan pendekatan biadab terhadap warisan bersama dan dengan kejam menyerangnya,” tambahnya.

Pada tahun-tahun setelah kemerdekaan Yunani, banyak bangunan peninggalan Ottoman diubah menjadi penjara militer, bioskop, kantor provinsi, hostel, dan unit penyimpanan.

Selain itu puluhan masjid ditutup untuk beribadah, sementara yang lain diubah menjadi gereja. Banyak juga bangunan yang ditinggalkan sejak saat ini telah runtuh.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca