LM – Harga daging Meugang, menjelang perayaan Idul Adha 1444 Hijriah/2023 di Kota Banda Aceh, mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, harga daging Meugang berkisar antara Rp 170 hingga Rp 180 ribu per kilogram (Kg). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari harga tahun lalu yang mencapai paling tinggi Rp 170 ribu per kilogram.
Iskandar, seorang penjual daging di daerah Kopelma Darussalam, Banda Aceh, mengungkapkan bahwa pada hari kedua Meugang, harga daging yang ia jual adalah sebesar Rp 170 ribu per kilogram. Namun, ia menjelaskan bahwa harga tersebut dapat bervariasi tergantung dari tempat pembelian sapi. Jika ia mendapatkan sapi dengan harga mahal, maka harga jual daging juga akan mengalami kenaikan. Namun jika ia memperoleh sapi dengan harga lebih murah, ia bersedia menawar harga jual daging.
“Harga sapi sebelumnya sekitar Rp 150 ribu, dan saat ini mengalami kenaikan sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu,” ungkap Iskandar. Rabu (28/6).
Tak hanya menjual daging utuh, Iskandar juga menawarkan bagian lain dari sapi kepada para pembelinya. Harga tulang sapi yang dijualnya adalah sebesar Rp 100 ribu per kilogram, sementara hati dan jantung dijual dengan harga Rp 150 ribu per kilogram. Bagian babat dan jeroan sapi ditawarkan dengan harga Rp 50 ribu per kilogram.
Meskipun harga daging mengalami kenaikan, para pembeli terutama warga lokal tidak keberatan dengan situasi tersebut. Mereka sudah terbiasa dengan fluktuasi harga daging menjelang perayaan Idul Adha. Namun, dalam beberapa kasus, jika ada tawaran harga lebih rendah dari pembeli, penjual biasanya memberikan diskon dengan memberikan potongan daging tambahan atau menyesuaikan harga sesuai kesepakatan.








