Gubernur juga menekankan bahwa Apel Siaga dan Pemantapan Pelatda ini adalah momentum untuk menyatukan tekad, memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan kekuatan sebagai satu tim yang solid dan tak terpisahkan.
“Kita semua adalah duta Aceh. Anda semua bukan hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Aceh. Anda adalah inspirasi bagi generasi muda dan simbol kebanggaan bagi bangsa ini,” ujarnya penuh semangat.
Bustami mengingatkan bahwa di balik setiap keberhasilan pasti ada kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan. Ia mengajak para atlet untuk terus berjuang tanpa kenal lelah karena setiap tetes keringat yang dikeluarkan akan menjadi bekal berharga dalam persaingan di lapangan nanti.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada seluruh pengurus KONI Aceh, pelatih, dan semua pihak yang telah bekerja keras mendukung persiapan PON XXI. “Kita adalah satu tim yang solid, satu keluarga besar yang tidak kenal lelah dalam mengawal dan mendukung perjalanan para atlet. Bersama-sama, kita akan membawa nama Aceh bersinar,” pungkas Bustami.
Ketua Umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar, yang akrab disapa Abu Radak, turut mendukung target ini. “Melihat prestasi kita pada dua gelaran PON sebelumnya yang semakin meningkat, KONI bersama Pemerintah Aceh menargetkan Kontingen Aceh masuk 10 besar di PON XXI,” ujarnya.
Pada PON XIX di Bandung, Kontingen Aceh berhasil menduduki peringkat 17 dengan 7 emas, 8 perak, dan 9 perunggu. Di PON XX Papua, Aceh melonjak ke posisi 12 dengan raihan 11 emas, 7 perak, dan 11 perunggu.












