Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

Achmad Marzuki Ajak Ulama Bangun Aceh Lebih Maju

15
×

Achmad Marzuki Ajak Ulama Bangun Aceh Lebih Maju

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) ke-IV, di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Jumat, (1/12/2023).
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) ke-IV, di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Jumat, (1/12/2023).

LM – Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengundang para ulama yang terhimpun dalam Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) untuk bersinergi dengan Pemerintah dalam upaya membangun Aceh menuju masa depan yang lebih gemilang. Dalam membuka Musyawarah Besar (Mubes) HUDA ke-4, Achmad Marzuki menekankan pentingnya peran ulama dalam proses pembangunan daerah. Jum’at, 1 Desember 2023.

Baca Juga :  Penjabat Gubernur Aceh Safrizal Tinjau Venue Dayung dan Kurash di Aceh Besar

“Saya ingin sekali HUDA berdampingan dengan pemerintah untuk membangun Aceh yang lebih maju,” kata Marzuki di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. Beliau menjelaskan bahwa sinergi antara ulama dan pemerintah sangat krusial dalam mencapai tujuan bersama, khususnya mengingat target kejayaan negara pada tahun 2045.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki menyampaikan harapannya agar ulama dapat turut serta dalam mempersiapkan generasi emas yang akan menjadi tulang punggung mewujudkan keberhasilan tersebut. “Kita harus bisa mengembangkan pendidikan di dayah, selain tentang Islam, dayah juga bisa mengembangkan berbagai ilmu lainnya,” tandas Marzuki.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Apresiasi PT Hutama Karya Buka Akses Tol Padang Tiji–Seulimum untuk Jamaah Haji

Dia menyoroti perlunya pendekatan holistik dalam pendidikan, menggali potensi ilmu pengetahuan selain agama Islam guna menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi. “Kita ingin generasi yang bukan hanya memahami agama tetapi juga memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai disiplin ilmu,” imbuhnya.

Selain itu, Marzuki juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang perlu perhatian, seperti stunting, permasalahan rumah tangga, dan perilaku generasi muda. “Para ulama dapat turut serta dalam menangani berbagai masalah ini, karena nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kerjasama antara HUDA dan Pemerintah Aceh, Marzuki mengusulkan agar kedua belah pihak dapat duduk bersama setiap tiga bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi langkah-langkah strategis dalam memajukan negeri ini sesuai dengan tuntunan syariah.

Baca Juga :  Muhadjir Effendy Tinjau Persiapan Venue PON Aceh: "Semua Pihak Harus Maksimalkan Waktu!"

Terkait Pemilu, Ulama Didorong untuk Dukung Keharmonisan Demokrasi

Lebih lanjut, Marzuki meminta dukungan para ulama untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu di Aceh. Dengan adanya dukungan ulama, diharapkan pelaksanaan pesta demokrasi dapat berlangsung dengan aman dan damai. “Mudah-mudahan hubungan HUDA dan pemerintah Aceh semakin baik dalam membangun masyarakat kita,” ujar Marzuki.

Baca Juga :  Pangdam IM Ajak Warga Aceh Meriahkan HUT ke-80 TNI

Sementara itu, Ketua HUDA, Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop, menyampaikan terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung HUDA selama lima tahun di bawah kepemimpinannya. Dalam pidatonya, Tu Sop berharap bahwa Mubes ke-4 dapat membentuk pengurus baru yang lebih baik dan benar-benar bermanfaat bagi ummat.

“Pengurus HUDA adalah orang yang komit dengan ajaran agama dan yang diwariskan nabi, mari menjunjung tinggi nilai agama dalam bermusyawarah menentukan pemimpin baru,” ajak Tu Sop.

Baca Juga :  DPRA Aceh Setujui Qanun Pertanggungjawaban APBA Tahun 2023

Tu Sop menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah maupun negara sangat ditentukan oleh etika dan moral penduduknya. Oleh sebab itu, peran para agamawan dalam mengintegrasikan nilai etika ke seluruh lini kehidupan masyarakat merupakan hal yang urgen. “Mari kita isi dakwah ke ruang kosong yang tidak terjamah majelis taklim, khutbah, dan pendidikan dayah,” kata Tu Sop.

“Pada malam ini mari kita berkolaborasi, di mana perbedaan status menjadi saling memperkuat bukan saling melemahkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Gelar Baksos Kesehatan Sambut HUT ke-80 TNI di Banda Aceh

Mubes HUDA ke-4 dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari unsur ulama, pimpinan Dayah, dan pengurus wilayah HUDA. Sejumlah ulama kharismatik Aceh juga turut hadir, antara lain Abu Kuta Krueng, Abu Mudi Samalanga, Waled Nu, Abi Daud Hasbi, dan sejumlah ulama besar lainnya.

Mubes ini akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 1 sampai 4 Desember 2023.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca