Linimedia.id-Pemerintah Kota Banda Aceh sedang mengintensifkan upaya untuk membangun ekosistem digital yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia dan inovasi lokal. Ini diungkapkan dalam pertemuan terakhir antara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, yang berlangsung di Balai Kota pada 4 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pengembangan Banda Aceh Academy (BAA) dan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) sebagai pusat pengembangan talenta digital di daerah. Keberadaan GSIH sebagai salah satu dari sepuluh kota mitra nasional, menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendorong inovasi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Illiza menegaskan, pengembangan ekosistem digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga berfokus pada pengembangan manusia dan menciptakan peluang ekonomi. BAA akan menyiapkan model pengembangan talenta yang mencakup rekrutmen, seleksi, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan di dunia kerja.
Nezar Patria juga mengunjungi Gampong Mulia untuk melihat langsung Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM), yang merupakan contoh nyata dari inovasi lokal. SIPGAM menggabungkan layanan administrasi dengan teknologi digital, menunjukkan bahwa solusi pemerintah tidak harus selalu berasal dari pusat.

Bagi Illiza, keberadaan 47.450 UMKM di Banda Aceh menunjukkan potensi yang besar untuk dikembangkan melalui teknologi. Ekosistem digital ditujukan untuk memperkuat pemasaran dan pengelolaan usaha UMKM, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas ekonomi kota.
Transformasi digital yang diusung Pemko Banda Aceh diharapkan bukan hanya menciptakan pengguna teknologi, melainkan juga inovator dan pencipta solusi. Ke depan, kolaborasi antara pemerintahan, perguruan tinggi, dan sektor industri akan menjadi kunci untuk menciptakan ekonomi digital yang berkelanjutan dan inovatif di Banda Aceh.
[Red]












