Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

Banda Aceh Gelar Sosialisasi, Fokus pada Penanganan Bencana

21
×

Banda Aceh Gelar Sosialisasi, Fokus pada Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Tutup Sosialisasi dan Simulasi Relawan Kebencanaan di Pantai Penyu, Aceh Besar, pada Minggu, 3 Desember 2023. Foto : Pemko Banda Aceh
Pj Wali Kota Tutup Sosialisasi dan Simulasi Relawan Kebencanaan di Pantai Penyu, Aceh Besar, pada Minggu, 3 Desember 2023. Foto : Pemko Banda Aceh

LM – Di Pantai Penyu, Aceh Besar, dilaksanakan penutupan Sosialisasi dan Simulasi Relawan Kebencanaan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh. Terlihat, Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, mengambil bagian dalam upacara penutupan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, Kepala BPBD Rizal Abdillah, Kadinsos Arie Maula Kafka, Kadisdik Sulaiman Bakri, dan Ketua Asosiasi Keuchik Kecamatan Kuta Alam (Asokulam) Alta Zaini. Minggu, 3 Desember 2023.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Aceh: Polri Siap Amankan Duta-Duta Mudik Sampai Tujuan

Kegiatan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 55 pemuda dari se-Kecamatan Kuta Alam serta 15 pegawai BPBD. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari ketertiban masyarakat, tali-temali, P3K, hingga tanggap darurat kebakaran. Bahkan, para peserta juga mendapatkan pembekalan dalam bidang komunikasi radio.

Table of Contents

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan penuh dari Ketua DPRK, yang turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. “Kesiapsiagaan bencana ini adalah tugas bersama dan memerlukan sinergi dari berbagai pihak terkait,” ucap Amiruddin.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Fokus Majukan Budaya: Inklusi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Banda Aceh, yang terletak di kawasan rawan bencana, baik gempa bumi dan tsunami, banjir, maupun kebakaran, menjadi pusat perhatian. Amiruddin mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, meskipun waktu terjadinya tidak dapat diprediksi. “Meski bencana tidak pernah bisa diduga kapan akan terjadi, kita sudah harus siap dalam menghadapi dan menanggulanginya,” tambahnya.

Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah dengan menggelar pembekalan kepada relawan seperti yang dilakukan dalam acara ini. Amiruddin berharap, “Mudah-mudahan, kita berdoa kota kita dijauhkan dari bencana. Tapi kalau terjadi kita sudah siap siaga dengan segala tindakan yang mesti dilakukan.”

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Menggelar Sosialisasi Saber Pungli

Amiruddin menekankan bahwa upaya utama dalam penanggulangan bencana adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat, kemudian baru aset. “Sehingga kita bisa meminimalkan dampak bencana dan memperkecil potensi kerugian materil dan non materil yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, beberapa tokoh penting turut hadir memberikan dukungan. Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ikut serta dalam acara penutupan. Rizal Abdillah, Kepala BPBD, juga turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Baca Juga :  Kesbangpol Aceh Besar Sosialisasi Pemilu

Dalam sambutannya, Amiruddin menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, melainkan dapat menjadi momen penting dalam upaya penanggulangan kebencanaan di Banda Aceh. “Dengan leading sector BPBD, Dinas Damkar dan Penyelamatan, serta Dinsos sebagai tiga serangkai upaya penanggulangan bencana, mari semua pihak terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi demi kemaslahatan masyarakat,” pintanya.

Peningkatan kesiapsiagaan dan kerja sama antarlembaga diharapkan dapat meminimalkan risiko serta meningkatkan efisiensi dalam penanganan bencana. Amiruddin menuturkan, “Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.”

Baca Juga :  Kapolda Aceh Hadiri Syukuran HUT ke-80 Brimob, Ini Pesannya

Materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut mencakup berbagai aspek penanggulangan bencana. Ketertiban masyarakat, tali-temali, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta tanggap darurat kebakaran menjadi bagian dari bekal yang diberikan kepada para relawan. Dalam era modern ini, pentingnya penguasaan komunikasi radio juga diakui sebagai elemen kunci dalam penanggulangan bencana.

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, memberikan apresiasi terhadap inisiatif BPBD dalam melibatkan pemuda sebagai relawan kebencanaan. “Pemuda memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Baca Juga :  Kadiskes Aceh: Penolakan Imunisasi Masih Tinggi, Media Diminta Bantu Lawan Hoaks

Farid Nyak Umar juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kesadaran akan risiko bencana dan upaya mitigasinya. “Dalam menghadapi bencana, kesiapsiagaan dan pengetahuan adalah kunci utama. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” tuturnya.

Kepala BPBD, Rizal Abdillah, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar penyuluhan, melainkan juga simulasi untuk menguji sejauh mana pengetahuan dan kesiapan relawan dalam menghadapi situasi darurat. “Kami berharap para relawan ini dapat menjadi ujung tombak dalam penanggulangan bencana di masyarakat,” kata Rizal.

Baca Juga :  Penguatan Lembaga Adat Aceh Besar Melalui Sosialisasi 2023

Pemberian materi yang komprehensif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para relawan. Arie Maula Kafka, Kadinsos, menyoroti pentingnya pengetahuan tentang tatalaksana bencana di kalangan pemuda. “Pemuda memiliki energi dan semangat yang besar. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, mereka dapat berperan besar dalam membantu masyarakat saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Sulaiman Bakri, Kadisdik, menegaskan pentingnya edukasi bencana di lingkungan pendidikan. “Sejak dini, anak-anak perlu ditanamkan pengetahuan tentang bencana dan bagaimana cara bertindak yang benar dalam situasi darurat,” ujarnya.

Baca Juga :  Irjen Achmad Kartiko Pimpin Sertijab di Polda Aceh

Ketua Asosiasi Keuchik Kecamatan Kuta Alam (Asokulam), Alta Zaini, menyampaikan apresiasi terhadap peran keuchik dalam mendukung kegiatan ini. “Keuchik memiliki peran sentral dalam koordinasi di tingkat desa. Keterlibatan mereka sangat penting dalam memastikan pesan-pesan kesiapsiagaan dapat tersebar dengan baik di masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga diumumkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan di berbagai kecamatan sebagai upaya memperluas jaringan relawan kebencanaan di seluruh wilayah Banda Aceh. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membangun kultur kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat dan merata di seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Penjabat Gubernur Aceh Serahkan Ambulance untuk Gampong Pineung

Sebagai penutup acara, Pj Wali Kota Amiruddin kembali menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya penanggulangan bencana. “Kita tidak boleh lelah untuk terus belajar dan meningkatkan kesiapsiagaan kita. Karena bencana bisa datang kapan saja, dan kita harus siap menghadapinya,” tandasnya.**

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca