Calon Jemaah Haji Dapat Koper Rusak hingga Diminta Tambahan Biaya

Kloter 1 jemaah haji mulai padati Asrama Pondok Gede. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

LMCalon jemaah haji asal Depok menerima koper haji dalam kondisi rusak. Diduga koper yang diterima adalah persediaan lama sehingga rapuh.

“Ini pegangannya patah. Pas diterima sudah begini,” kata Idrus, pimpinan KBIH Ibnu Hasan, Rabu (1/6).

Tak hanya itu, resleting koper dan tas jinjing yang didapat juga rusak. Resleting tidak dapat ditutup seluruhnya.
“Ini keras banget. Jadi cuma separuh saja nutupnya. Kalau dipaksa bisa jebol resletingnya,” ungkapnya.

Selain dirinya ada sejumlah jemaah calon haji yang mengalami hal serupa. Setidaknya ada 14 koper yang diterima dalam kondisi rusak.

“Lumayan banyak yang rusak. Kita nggak tahu mau minta tanggung jawab kemana. Jadi kita memperbaiki sendiri saja untuk kenyamanan. Karena kuatir kalau tidak diperbaiki malah rusak ketika di Tanah Suci,” ceritanya.

Dirinya mengaku tidak tahu mengapa koper yang diterima sudah dalam kondisi rusak. Diduga koper tersebut adalah koper lama yang kemungkinan tersedia sejak beberapa tahun lalu.

“Ngga tahu juga ya kalau stok lama atau bukan. Mungkin sih iya juga,” ujarnya menduga.

Terkait dengan biaya ongkos naik haji (ONH) tahun 2022, kata Idrus, terhitung sangat tinggi. Mulanya, satu calon jemaah hanya setor Rp 36 juta. Kemudian ada tambahan menjadi Rp 39 juta.

“Nah ini mendadak harus nambah Rp 15 juta. Ini ONH termahal sekitar Rp 54 juta. Kalau saya baca di berita menurut Menteri Agama masalah transportasi di Masjidil Haram, Mekkah, Arofah, Mina. Untuk transportasinya dari Saudi,” katanya.

Di sisi lain, Idrus menceritakan ada beberapa calon jemaah yang merasa kecewa lantaran gagal berangkat. Pasalnya, sejumlah calon jemaah terbentur aturan baru soal batas maksimal usia yang hanya boleh 65 tahun.

Baca Juga :  Heru Copot Sekda DKI, Fadli: Pj Gubernur Bukan Pilihan Rakyat, Harus Tahu Diri

“Ada yang sudah daftar dari umur 55 tahun dan menuunggu 10 tahun. Tiba-tiba diumumkan ada aturan batas usia maksimal 65 tahun, sehingga dia gagal berangkat. Banyak jemaah yang syok dan kecewa karena sudah berharap bisa berangkat,” katanya.

Bahkan ada beberapa pasangan suami istri yang salah satu pasangannya terpaksa tidak berangkat. Hal itu membuat calon jemaah kecewa dan sedih karena mereka sudah menunggu sejak lama untuk ke Tanah Suci.

“Jadi serba salah sekarang. Ada suami istri yang pasangannya gagal berangkat. Istrinya umur 60 tahun, sedangkan suaminya 66 tahun jadi gagal berangkat suaminya. Banyak yang kecewa,” pungkasnya.(Merdeka.com)

Loading

Redaksi2
Author: Redaksi2