Kegiatan ini melibatkan para dai dan muhtasib gampong sebagai ujung tombak syiar dengan pendekatan yang ramah dan humanis kepada warga.
Kepala DSI Banda Aceh, Alimsyah, menegaskan kehadiran para dai bukan sekadar menyampaikan seruan keagamaan, melainkan untuk merawat persaudaraan dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Lanjutnya, pendekatan ini sengaja dipilih agar dakwah hadir tidak sebagai seruan dari kejauhan, melainkan sebagai sentuhan hangat yang dirasakan langsung oleh warga kota.
“Pesan utama yang terus digaungkan dalam dakwah keliling ini sederhana namun mendalam yaitu, menjadikan shalat lima waktu sebagai pondasi utama hidup kita,” ungkapnya.
“Semoga setiap langkah dakwah keliling ini membawa keberkahan dan kedamaian untuk Kota Kolaborasi,” tambah Alimsyah dengan penuh harap. (TM)












