Scroll untuk baca artikel
Pilihan EditorSeputar Aceh

Edukasi Gizi Cegah Stunting: Lampisang Aceh Berperan Aktif

×

Edukasi Gizi Cegah Stunting: Lampisang Aceh Berperan Aktif

Sebarkan artikel ini

Kerja Sama Lintas Sektor dan Pemantauan Data Stunting

Kapus Lampisang Marlina SKM sedang memberikan edukasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (19/10/2023)
Kapus Lampisang Marlina SKM sedang memberikan edukasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (19/10/2023)

LM – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lampisang di Kecamatan Peukan Bada, Aceh, menjalankan program edukasi penting untuk mencegah stunting kepada masyarakat. Kamis, 19 Oktober 2023.

Kepala Puskesmas, Marlina SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyadarkan masyarakat tentang betapa vitalnya asupan gizi yang seimbang dan cara menjaga pertumbuhan anak-anak dengan baik.

Baca Juga :  Illiza Hadiri Pembudayaan Keamanan Pangan di SMPN 10 Banda Aceh

Stunting adalah masalah serius pertumbuhan anak yang diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan gizi dan pola makan yang tidak seimbang. Selain itu, pola asuh anak oleh orang tua juga memiliki dampak signifikan pada perkembangan anak. Marlina mengingatkan bahwa orang tua perlu memberikan perhatian khusus pada kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka.

Salah satu hal yang membuat wilayah Lampisang Kecamatan Peukan Bada unggul dalam pencegahan stunting adalah kerja sama yang kuat. Meskipun jumlah anak-anak stunting di sana tergolong rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Aceh Besar, Puskesmas Lampisang tetap berkomitmen untuk memantau situasi. Mereka juga memberikan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal kepada anak-anak yang memerlukan.

Baca Juga :  Banda Aceh Berhaji: Dari Niat Menjadi Ikhtiar Nyata Menuju Baitullah

Kerja Sama Lintas Sektor dan Pemantauan Data Stunting

Dalam upaya mencegah stunting, Puskesmas Lampisang bekerja sama dengan sektor lain di wilayah mereka. Mereka membagikan data stunting di setiap desa (gampong) sehingga pemerintah setempat dapat mengalokasikan dana desa untuk PMT anak-anak yang membutuhkannya.

Pada saat kegiatan posyandu, pihak Puskesmas memberikan konseling kepada ibu-ibu yang memiliki anak yang mengalami stunting. Terkadang, orang tua tidak menyadari kondisi anak mereka. Namun, dengan edukasi tentang bahayanya, kesadaran mereka pun meningkat.

Baca Juga :  AKP Akhir Harsa Menyuarakan Lalulintas Aman: Sosialisasi Gaya Baru!

Marlina menyampaikan data yang mengkhawatirkan: angka stunting di wilayah Lampisang naik dari 5,7 persen pada tahun 2022 menjadi 8,2 persen pada tahun 2023. Penyebabnya adalah peningkatan dalam pengumpulan data yang lebih baik dan pemahaman masyarakat tentang stunting.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca