Di sisi lain, pihaknya terus melakukan evaluasi implementasi sistem zonasi untuk memastikan pemerataan akses pendidikan dapat berjalan dengan lebih adil, serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran.
Di sektor kesehatan, Illiza mencatat beberapa isu terkait belum meratanya kualitas layanan, transparansi informasi, serta pemahaman masyarakat terhadap sistem BPJS Kesehatan.
Pemko Banda Aceh terus melakukan peningkatan fasilitas layanan kesehatan, serta mendorong edukasi kepada masyarakat terkait akses layanan, ” “Termasuk alur pelayanan BPJS agar lebih mudah dipahami para pasien,” ujar Illiza.
Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa aspek empati dan sikap pelayanan juga menjadi bagian penting yang terus pihaknya dorong melalui pembinaan tenaga kesehatan.
“Karena itu, selain peningkatan fasilitas, kami terus mendorong pembinaan tenaga kesehatan agar tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” sebut Illiza.
Ia juga menyebut upaya peningkatan kualitas kesehatan di Banda Aceh mulai menunjukkan hasil, di mana akses layanan kesehatan semakin meningkat dan sistem layanan mulai lebih terstandarisasi. “Namun demikian, ke depan kami akan memperkuat transparansi informasi layanan, termasuk ketersediaan ruang rawat, serta memastikan validasi data penerima BPJS lebih akurat dan tepat sasaran.”
Dalam sektor ekonomi, Illiza mengatakan Pemko Banda Aceh telah melakukan berbagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, “Salah satunya melalui realisasi investasi yang telah mencapai Rp167,7 miliar dari 1.197 proyek kegiatan ekonomi.”






