Dampaknya, kondisi lingkungan kota semakin bersih dan nyaman, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan juga semakin meningkat. “Namun, perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi tantangan yang perlu terus didorong melalui edukasi dan kolaborasi,” sebut Illiza.
Sebagai penutup, Illiza mengungkapkan keyakinannya bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. “Oleh karena itu, Pemko Banda Aceh akan terus memperkuat pendekatan inklusi, baik dari sisi gender, penyandang disabilitas, maupun kelompok rentan lainnya.”
Pihaknya juga komit untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan masyarakat sipil, karena ia meyakini bahwa pembangunan kota adalah tanggung jawab bersama. “Kami tidak melihat ini sebagai kritik semata, tetapi sebagai energi bersama untuk memastikan bahwa pembangunan Kota Banda Aceh benar-benar hadir dan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Puluhan warga kota yang hadir dari berbagai kalangan, mulai dari kaum perempuan, anak muda, hingga disabilitas, bisa dengan leluasa mengutarakan uneg-unegnya kepada pemerintah dan pemimpinnya. (*)






