“TMMD adalah bukti nyata bahwa TNI tidak hanya hadir saat perang, tetapi juga hadir untuk membantu rakyat dalam masa damai. Melalui program ini, kita implementasikan nilai-nilai kepedulian terhadap sesama seperti gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian tanpa pamrih,” kata Pangdam IM.
Mayjen TNI Niko Fahrizal menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bentuk nyata dari upaya membuka keterisolasian wilayah dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat pedesaan untuk menikmati kemajuan pembangunan nasional.
Ia juga menekankan pentingnya peran prajurit dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya, sesuai implementasi dari Delapan Wajib TNI.
“Prajurit TNI harus militan di masa perang dan bermanfaat di masa damai. Inilah esensi pengabdian yang sejati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa kegiatan TMMD ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam pembinaan teritorial, guna memperkuat hubungan dengan seluruh komponen bangsa, terutama di daerah tertinggal.
Ia berharap pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas. “Kodam Iskandar Muda selalu peduli dengan persoalan masyarakat dan akan terus hadir untuk membantu mengatasi setiap kesulitan yang ada, sesuai motto kami: Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang banyak,” pungkasnya.***












