Menanggapi hal itu, Kak Na berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas penambahan guru serta kemungkinan relokasi panti.
“Alhamdulillah bisa berkumpul dengan anak-anak hebat di sini. Semangat mereka sangat luar biasa. Insya Allah, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya akan berusaha memberikan pendampingan, pendidikan dan pelatihan untuk mereka,” ucap Kak Na sebelum meninggalkan lokasi.
Saat ini, RSBM dihuni oleh 39 penyandang disabilitas netra, terdiri dari 11 perempuan dan 27 laki-laki. Panti yang sebelumnya berada di sekitar Kampus Jabal Ghafur Sigli itu dipindahkan ke Ladong pascatsunami dengan dukungan pembangunan dari Pemerintah Jepang.
Usai dari Ladong, Kak Na dan rombongan melanjutkan kunjungan ke UPTD Panti Tuna Sosial serta UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang di kawasan Ulee Kareng, yang kini menampung 55 lansia, terdiri dari 33 perempuan dan 23 laki-laki.***












