Isyana menambahkan, generasi emas tidak hanya dicapai dengan gizi anak usia sekolah, tetapi juga melalui pencegahan stunting sejak seribu hari pertama kehidupan. “Karena itu MBG juga menyasar kelompok tersebut,” katanya.
Menurutnya, BKKBN telah menandatangani MoU dengan Badan Gizi Nasional agar kader pendamping keluarga bisa mendata dan menyalurkan MBG ke ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non PAUD. Ia optimistis angka stunting akan terus menurun pada 2025 dengan adanya program intervensi, salah satunya MBG.
Dalam kunjungan itu, Wamen Isyana bersama Kak Na menyerahkan langsung paket MBG kepada seorang ibu hamil, Mauriza Sari, di Gampong Ie Masen Kayee Adang, dan meninjau kegiatan Posyandu di Masjid An-Nur.
“Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode emas. Karena itu, asupan makanan ananda kita harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, sebagai upaya pencegahan stunting, saya mengajak kaum ibu untuk rutin membawa anak-anak ke Posyandu,” pesan Wamen Isyana.***












