Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kemenkes Dorong Alkes dan Obat Diproduksi di Dalam Negeri

×

Kemenkes Dorong Alkes dan Obat Diproduksi di Dalam Negeri

Sebarkan artikel ini
Sejumlah produsen sudah mampu membuat alkes dan obat di dalam negeri.

LM – JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, saat ini pihaknya terus mendorong agar seluruh alat kesehatan dan obat-obatan bisa diproduksi di dalam negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi change source untuk meningkatkan penggunaan Bahan Baku Obat (BBO) lokal.

“Hasilnya, beberapa perusahaan telah mampu memproduksi obat, vaksin dan alat kesehatan seperti USG 2D, Antropometri Set dan Autoclave di Indonesia,” ujar Menkes dalam Konferensi Pers secara daring, Kamis (5/1/2023).

“Selain industri farmasi dan alat kesehatan, Kemenkes juga telah mencanangkan tenaga cadangan kesehatan yang ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman Penanggulangan Bencana dengan BMKG dan BNPB,” sambung Mantan Wakil Menteri BUMN tersebut.

Selama kurun waktu dua tahun terakhir, Kementerian Kesehatan mencatat adanya penurunan penggunaan alat kesehatan impor sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kemenkes menerapkan kebijakan subtitusi impor dan freeze produk alat kesehatan impor di E-Katalog sektoral. Dengan demikian, transaksi penggunaan alkes dalam negeri lebih optimal.

Berdasarkan data transaksi alat kesehatan dalam e-catalogue LKPP tahun 2019 – 2020 dan data sistem Regalkes, dilaporkan dari 19 jenis alat kesehatan yang banyak ditransaksikan by volume dan value, sekitar 16 jenis sudah dapat diproduksi di dalam negeri, sedangkan sisanya masih impor.

Selain alkes, peningkatan produksi juga dilakukan pada vaksin dan obat-khayan. Merujuk pada data yang sama, sekarang ini sebanyak 7 dari 10 bahan baku obat telah diproduksi di Indonesia, yang mana 3 diantaranya diproduksi di tahun 2022.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca