Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRKParlemen

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong KWT Manfaatkan Lahan Pertanian yang Produktif

20
×

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong KWT Manfaatkan Lahan Pertanian yang Produktif

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar berbicara pada pembukaan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT), di Hotel Seventeen, Setui, Banda Aceh, Selasa (28/11/2023).
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar berbicara pada pembukaan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT), di Hotel Seventeen, Setui, Banda Aceh, Selasa (28/11/2023).

Lm-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar menghadiri pembukaan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Hotel Seventeen, Setui, Banda Aceh, Selasa (28/11/2023).

Pelatihan tersebut diikuti 25 ibu-bu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani, yakni KWT Banna Tani dari Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam yang dilaksanakan oleh Serikat Inong Aceh (SeIA).

Table of Contents

Baca Juga :  Ketua DPRK Motivasi Peserta Pelatihan Pola Asuh Anak Kader PKK Gampong

Dalam kesempatan itu, Farid mengatakan bahwa dirinya menginisiasi kegiatan tersebut agar para ibu-ibu dapat meng-upgrade kapasitas atau skill terkait pertanian atau budidaya tanaman yang berdampak bagi ekonomi keluarga.

Menurut Farid, di tengah keterbatasan lahan pertanian di kota, para ibu-ibu dapat memanfaatkan lahan kecil di sekitar perkarangan rumahnya untuk dijadikan lahan produktif dengan berbagai tanamannya yang dapat diolah untuk kebutuhan internal maupun konsumtif.

Baca Juga :  Sabri Badruddin: PKA-8 Bukan Sekadar Hiburan, Tetapi Juga Pendorong Ekonomi Lokal

“Terbatasnya lahan di kota bukan jadi halangan, namun ibu-ibu perlu berkreativitas dan produktif agar sektor pertanian di kota pun dapat tumbuh,” ujarnya.

Ketua DPD PKS Banda Aceh ini juga mengatakan, KWT merupakan wadah bagi ibu-ibu untuk mengelola dan mengekspresikan kreatifitas di bidang pertanian serta sarana memperoleh pengetahuan dan wawasan bagi anggota kelompok.

Baca Juga :  Reses, Ketua DPRK Banda Aceh Diminta Perhatikan Kesejahteraan Guru PAUD

Farid juga mendorong para peserta pelatihan agar dapat meningkatkan pengetahuan tidak hanya fokus pada aspek budidaya saja, tapi juga penanganan pasca panen dan pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai jual suatu produk yang memiliki value added (nilai tambah).

“Kita berharap setelah panen, ibu-ibu bisa mengolah hasil panen sayuran tersebut menjadi rendang sayuran, ataupun dapat diolah menjadi syrup dalam kemasan standar yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” papar Farid.

Baca Juga :  Dari Balai Desa ke Panggung Nasional: Jejak Perjalanan Didong Mengikuti Waktu

Oleh karena itu, tambah Farid, KWT Banna Tani ini juga harus menjadi pioner penggerak bagi kelompok tani yang ada di gampong-gampong kota Banda Aceh. Karena KWT ini memiliki peran sebagai kelas belajar, wahana kerjasama antar anggota KWT, serta unit produksi.

“Saya mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini, khususnya para ibu-ibu KWT yang bersungguh-sungguh menggali ilmu tentang pertanian yang nanti dapat diterapkan dan memberi pengaruh positif terhadap pembangunan kota Banda Aceh,” tutur Farid.

Baca Juga :  Ketua DPRK Banda Aceh: Turnamen Badminton Sinergi Cup II Jadi Wadah Pererat Persaudaraan

Pelatihan KWT dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP), Samsul Bahri. Turut hadir Sekwan DPRK Banda Aceh Tarmizi, Kabag Umum dan Keuangan Muslim, Kabag Hukum Humas dan Persidangan, Yusnardi dan Kabag Penganggaran dan Pengawasan, Maulidar, serta Ketua KWT Banna Tani, Noor Azlinda Aldani.(Adv)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca