Perjalanan dilanjutkan ke Gampong Pante Cereumen, Kecamatan Seunagan. Di sini, Marlina mengunjungi rumah Diana, seorang janda yang hidup bersama dua anaknya: Moliza (8) dan Umaira (2). Diana membesarkan anak-anaknya seorang diri sejak bercerai, dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Rumah mereka kecil, berdinding kayu tua dan bertiang panggung sederhana.
Selain melakukan pendataan administrasi untuk pengajuan bantuan rumah, Marlina juga memberikan bantuan sembako dan kebutuhan pokok.
“Semoga anak-anaknya sehat selalu, Bu. Tetap semangat, insyaallah dipermudah segala urusan,” kata Marlina memberi semangat.
Lokasi terakhir dalam kunjungan hari itu adalah Gampong Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir. Marlina mendatangi rumah Ilyas Basyah dan istrinya Raimah, pasangan lansia yang tinggal di sebuah gubuk reyot hasil bongkaran barak tsunami tahun 2004. Rumah itu tampak miring, lapuk, dan hampir roboh.
Ilyas yang kini dalam kondisi sakit-sakitan menggantungkan hidup dari pekerjaan buruh nelayan, sementara Raimah mengurus rumah seadanya.
Marlina menyerahkan bantuan sembako untuk keluarga ini, sekaligus mendata mereka agar bisa dimasukkan ke dalam program bantuan rumah layak huni.
Kunjungan ini merupakan upaya Marlina yang berkomitmen untuk menyentuh langsung warga miskin yang selama ini luput dari perhatian administratif. Dengan pendekatan empatik dan kerja nyata, diharapkan semakin banyak keluarga yang mendapatkan haknya atas tempat tinggal yang lebih layak. Sebelumnya Marlina telah melakukan hal serupa di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya.***












